Laman

Sabtu, 23 Februari 2013

Sterilisasi



A.  Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui sterilisasi menggunakan autoklaf manual, autoklaf elektrik, oven dan dapat melakukan kerja aseptis.

B.  Dasar Teori
Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Ketika untuk pertama kalinya melakukan pemindahan biakan bakteri secara aseptik, sesungguhnya hal itu telah menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Namun, kebanyakan peralatan dan media yang umum dipakai di dalam pekerjaan mikrobiologi akan menjadi rusak bila dibakar. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, bahan kimia, dan penyaringan atau filtrasi (Siri, 1993).
Sterilisasi yang baik dapat mencegah tumbuhnya mikroba lain yang tidak diharapkan dalam bahan yang telah disterilisasi. Teknik sterilisasi yang digunakan berbeda antara satu dengan lainnya, tergantung dari jenis material yang digunakan. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara-cara dan teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Gilang,2010).
Steril merupakan syarat mutlak keberhasilan kerja dalam laboratorium mikrobiologi. Dalam melakukan sterilisasi, diperlukan teknik-teknik agar sterilisasi dapat dilakukan secara sempurna, dalam arti tidak ada mikroorganisme lain yang  mengkontaminasi media. Ada beberapa teknik sterilisasi, yaitu dengan cara fisik dengan panas, mekanik dengan filtrasi dan kimia dengan senyawa-senyawa kimia. Pembersihan benda-benda atau permukaan tubuh akan mengurangi jumlah mikroba sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya infeksi. Misalnya cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir sebelum mengoperasikan (Hadioetomo,1993).
Pada pengerjaan mikrobiologi, diperlukan suatu kondisi yang benar-benar aseptik dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Sterilisasi dilakukan pada suhu 121oC selama 30 menit, yaitu agar spora atau mikroba dapat dimatikan. Spora adalah sel istirahat yang resisitan terhadap panas dan lingkungan yang berfungsi sebagai tunas untuk berkembang biak selanjutnya. Udara tekan yang digunakan juga harus dalam kondisi steril. Substrat yang berisi nutrien tidak peka terhadap suhu, maka sterilisasi media substrat dilakukan pada 138oC selama 5 menit. Pada substrat yang berisi nutrien tetapi peka terhadap suhu, maka sterilisasi media substrat dilakukan dengan penyaringan bertekanan melalui saringan milipore diameter 0,22 ┬Ám (Hadioetomo,1993).
Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi ini termasuk kelembaban, konsentrasi gas, suhu dan distribusi gas dalam chamber pengesterilan. Penghancuran bakteri tergantung pada adanya kelembaban, gas dan suhu dalam bahan pengemas, penetrasi melalui bahan pengemas, pada pengemas pertama atau kedua, harus dilakukan, persyaratan desain khusus pada bahan pengemas (Mega,2011).

C.  Metode Praktikum
1.    Alat dan bahan
a.    Alat
Adapun alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah oven, autoklaf, cawan petri, labu erlenmeyer, kompor gas, , corong, gelas ukur, spoid, tabung reaksi.
b.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan untuk percobaan kali ini adalah kertas, air, kapas, plastik, dan aquadest.
2.    Cara Kerja
a.    Sterilisasi kering pada oven
1)   Membungkus dengan kertas bekas alat-alat yang akan disterilisasi yaitu gelas ukur, gelas kimia dan labu erlenmeyer dengan suhu
2)   Memasukkan alat-alat yang akan disterilisasi ke dalam oven.
b.    Sterilisasi basah pada autoklaf manual
1)   Mengisi autoklaf dengan air hingga dasar yang berlubang.
2)   Meletakkan autoklaf di atas tungku kompor gas kemudian menyalakannya.
3)   Menutup rapat mulut labu erlenmeyer dengan kertas yang di dalamnya terdapat media yang akan disterilkan.
4)   Memasukkan kedium yang akan disterilkan ke dalam autoklaf, kemudian menutup autoklaf dengan mengeraskan sekrupnya.
5)   Membiarkan kerang pengatur tempat keluar uap air tetap terbuka hingga semua udara terdesak keluar kemudian menutup kerang hingga tekanan uap di dalam autoklaf naik sampai 2 atm dan suhu 121oC, selama 15-30 menit.
6)   Setelah sterilisasi selesai, menunggu autoklaf hingga dingin sebelum membukanya, dan membuka keran air secara perlahan-lahan.
c.    Sterilisasi basah pada autoklaf elektrik
1)   Mengisi wadah autoklaf dengan alat-alat yang akan diserilkan
2)   Menutup rapat autoklaf
3)   Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 2 jam pada suhu 121°C.
3.    Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum kali ini adalah :
Hari/tanggal       : Kamis,15 Januari 2013
Pukul                 : 14.30 – 17.00 Wita
Tempat               : Laboratorium Mikrobiologi Lantai II
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-gowa.

D.  Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini adalah :
No
Jenis Sterilisasi
Alat yang digunakan
Alat yang disterilkan
Suhu (OC)
Waktu
1
Basah
Autoklaf (Manual)
Tabung reaksi, spoid, Labu erlemeyer, ose
121
15 Menit
Autoklaf (Elektrik)
Labu Erlemeyer,
Tabung reaksi, Aquades.
121
15 Menit
2
Kering
Oven
Cawan petri
160-180
1-2 Jam

E.  Pembahasan
Sterilisasi adalah proses yang dilakukan untuk mencapai keadaan steril. Secara umum sterilisasi dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu sterilisasi panas kering, basah, penyaringan, kimiawi dan sebagainya. Pada praktikum sterilisasi alat-alat laboratorium hanya digunakan dua metode sterilisasi yaitu :
1.    Sterilisasi basah
Sterilisasi basah adalah metode sterilisasi dengan uap air bertekanan. Alat yang digunakan ketika sterilisasi dengan metode ini menggunakan autoklaf manual dan autoklaf elektrik. Prinsip kerja dari alat ini cukup sederhana. Autoklaf diisi dengan air secukupnya dan semua alat-alat yang akan disterilkan seperti tabung reaksi, spoid, labu erlemeyer, ose, dimasukkan kedalamnya. Sebelum ditutup, semua alat perlu disusun dengan baik untuk menghindari alat-alat gelas pecah sewaktu proses sterilisasi berlangsung yang disebabkan oleh tekanan dari uap air. Proses berikutnya adalah menutup autoklaf dengan memutar setiap sekrup dari arah berlawanan dengan kuat hingga tidak terdapat lagi celah untuk keluarnya uap air yang dihasilkan saat pemanasan berlangsung. Langkah terakhir adalah memanaskan autoklaf tersebut dengan nyala api hingga menghasilkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121oC selama 15 menit. Setelah selesai autoklaf didiamkan terlebih dahulu beberapa menit. Apabila autoklaf telah dingin, sekrup dan baut pengunci dapat dibuka dan semua alat-alat yang sudah steril dapat dikeluarkan satu persatu. Adapun untuk sterilisasi menggunakan autoklaf elektrik terlebih dahulu air dengan takaran yang telah ditentukan dimasukkan kedalamnya kemudian alat-alat yang akan disterilkan seperti labu Erlemeyer dan gelas ukur. Suhu, tekanan, dan waktu yang dibutuhkan diseting sesuai kebutuhan. Biasanya proses sterilisasi menggunakan autoklaf elektrik berlangsung sekitar 15 menit dengan suhu 121 0C. Sterilisasi basah dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak bila dipanaskan dengan suhu yang berkisar antara 110 oC dan 121 oC.
2.    Sterilisasi kering
Sterilisasi kering merupakan sterilisasi dengan udara panas. Alat yang digunakan adalah oven. Cara ini umum dilakukan untuk mensterilkan peralatan gelas seperti cawan petri, tabung reaksi, dan alat-alat gelas lainnya. Prinsip kerja dari alat ini lebih sederhana yaitu pintu oven dibuka dan semua alat-alat yang akan disterilkan disusun rapi. Setelah itu pintu oven ditutup, suhu diseting pada angka 160-180oC selama 1-2 jam. Keuntungan dari pemanasan kering adalah tidak adanya uap air yang membasahi bahan atau alat yang disterilkan. 

F.   Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah sterilisasi adalah proses untuk mendapatkan keadaan steril. Sterilisasi dapat dilakukan dengan dua metode sterilisasi basah dan sterilisasi kering. Sterilisasi adalah metode mensterilkan alat-alat laboratorium dengan menggunakan uap bertekanan didalam autoklaf manual maupun elektrik. Sterilisasi kering adalah metode mesterilkan peralatan gelas dengan menggunakan udara panas didalam oven.

G. Daftar Pustaka
Gilang. Sterilisasi. Blog Gilang. http://www.gandatorus.blogspot.com (25 Januari 2013).
Siri, Ratna. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993. 
Hadioetomo, Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Erlangga. 1993.

Suharto. Bioteknologi dalam Dunia Industri. Yogyakarta: Andi Offset, 1995.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar