Laman

Sabtu, 13 Oktober 2012

MAMALIA


TAKSONOMI VERTEBRATA
MAMALIA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar  Belakang
         Setelah memperkirakan bahwa mamalia pertama timbul pada akhir zaman Trias dari moyang  terapsida. Mereka merupakan hewan kecil yang sangat aktif yang makanannya terdiri atas insekta. Kehidupan yang aktif ini berhubungan dengan kemampuannya untuk memelihara suhu badan yang tetap (homeotermi). Seperti halnya dengan burumg (yang tidak tampak sampai zaman jura) hal ini berkaitan dengan perkembangan jantung beruang empat dan pemisahan sempurna dari peredaran darah oksigen dan sistemik. Konservasi panas tubuh dimungkinkan dengan perkembangan rambut. Sementara mamalia yang paling awal bertelur sampai moyang reptilia, anaknya setelah menetas deberi makan dengan susu yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar dalam kulit induknya (Kimball, 1984: h. 945).
            Adapun yang melatarbelakagi praktikum ini yaitu untuk mengetahui bagian morfologi dan anatomi dari spesies yang tergolong dalam kelas mamalia beserta sistem organnya meliputi sistem respirasi, sirkulasi, pencernaan, dan reproduksinya.

B. Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui morfologi dan anatomi dari spesies yang tergolong kelas mamalia.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan. Termasuk didalam kelas ini adalah: tikus, kelelawar, kucing, kera, ikan paus, kuda, kijang, manusia, dan lain-lain. Hampir semua tubuhnya tertutup dengan kulit yang berambut banyak atau sedikit dan berdarah panas (homoiotherm). Sebutan mamalia berdasarkan adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang masih muda. Pengasuhannya terhadap anaknya berkembang baik sekali dan puncaknya terdapat pada manusia. Mamalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai daerah ekuator, dari dasar laut sampai hutan lebat dan gurun pasir. Banyak yang hidup secara nocturnal dan banyak juga yang hidup secara diurnal. Species tertentu sebagai hewan buas yang diburu, spesies lainnya jinak. Beberapa pemakan daging (carnivora), sebagai hewan pengerat, sebagai pemakan biji-bijian dan buah-buahan, dan beberapa sebagai sumber penyakit. Hewan ternak mamalia adalah penting sekali bagi manusia sebagai bahana makanan, bahan pakaian dan alat transport (Jasin, 1984: h. 137).
Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutup rambut. Yang betina mempunyai kelenjar mammae (air susu) yang tumbuh baik. Anggota gerak anggota depan mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat (Djarubito, 1989: 232).
Ciri-ciri khusus dari organisme yang tergolong mamalia adalah : Tubuh biasanya diliputi bulu atau rambut yang lepas secara periodic. Kulit banyak mengandung kelenjar, yaitu kelenjar sebacius, keringat, bau dan susu. Cranium (tulang tempurung kepala) memiliki dua occipital condyle; vertebrae leher biasanya terdiri atas 7 ruas, ekor biasanya panjang dan dapat digerakakkan. Regio nasalis (bagian dari hidung) umumnya silindris; mulutnya mengandung gigi (jarang tidak terdapat) yang tertanam dalam kantung (alviola). Gigi itu terletak pada kedua belah rahang dan berdiferensiasi sesuai dengan makanannya, lidah mudah digerak-gerakkan, memiliki pelupuk mata yang mudah digerakkan; alat pendengar, memiliki daun telinga. Memiliki empat anggota atau kaki (kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang); masing-masing kaki memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-macam yang disesuaikan dengan keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang, berenang atau meloncat, jari-jari berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan bantalan-bantalan daging(Kimball, 1984: h. 942).
Ukuran tubuh bermacam-macam, yang terkecil kurang lebih 5 cm (tikus kecil),  yang besar adalah gajah dan paling besar adalah ikan paus (Balanophora musculus) yang bisa mencapai panjang 8 meter dengan berat 115  ton(Jasin, 1984: h. 139).
Pada caput terdapat rima oris (1) yan dibatasi oleh labium superior (bibir atas) dan labium inferior (bibir bawah). Ditengah-tengah terdapat celah dan umumnya di atas labium superior terdapat vibrissae (kumis atau rambut-rambut panjang yang kaku). Di atas mulut terdapat neres yang merupakan dua celah cendong. Organon visus memiliki pelpebrae superior dan pelpebrae inferior dan umumnya memiliki rambut halus, membrana nicitans pindah dipojok dekat hidung dari biji mata atau sering sudah disebut pelica seminlaris. Dibelakang organon visus terdapat auriculae atau pinnae (daun telinga) sebagai corong dari porus acusticus externa (lubang telinga luar) yang selanjutnya ke alat pendengar(Jasin, 1984: h. 139).

  Mamalia mempunyai tujuh vertebra servikal (leher), yang pertama atlas (Mitos Yunani, Atlas, dewa yang memiliki dunia pada pundaknya) dan yang kedua aksis, mengalami perubahan-perubahan untuk memungkinkan gerakan kepala yang leluasa. Tengkorak bergerak ke atas dan ke bawah pada persendian antara aksis dan atlas. Tulang belakang mamalia dipisah menjadi daerah torasik dan daerah lumbar. Manusia mempunyai 12 buah vertebra torasik (dada) dan 6 buah vertebra lumbar (panggul). Hanya pada vertebra torasik terdapat tulang iga, yang sebagian besar berhubungan dengan tulang dada atau sternum melalui perantaraan tulang rawan kostal (Ville, 1984: h. 113).
Mamalia umunya mempertahankan suhu tubuh yang tinggi dan memiliki kisaran suhu tubuh sekitar 36o-38o C untuk sebagian besar mamalia. Mempertahankan suhu dalam kisaran yang sempit ini memerlukan kemampuan untuk secara ketat menyeimbangkan laju produksi panas metabolism dengan laju kehilangan panas atau perolehan panas dari lingkungan luarnya. Laju produksi panas dapat ditingkatkan melalui satu atau dua cara: dengan meningkatkan kontraksi otot (dengan cara bergerak atau menggigil) atau dengan kerja hormone yang meningkatkan laju metabolisme dan produksi panas disebut termogenesis tanpa menggigil (nonshivering thermogenesis) (Campbell, 2004: 105).

Allah SWT berfirman di dalam Q.S An-Mu’minun/ 21 : 21.
Terjemahnya :
“Dan Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan”.


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah alat penyembelih (parang), tali dan wadah.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah kambing (Capra aegagrus), boraks, formalin, aquades, kapas, dan benang  

B.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah hari/Tanggal senin, 2 Januari 2012. Pukul 09:00 – 11:00 WITA. Tempat Fakultas Sains dan TeknologiUniversitas Islam Negeri Alauddin MakassarSamata-Gowa.     

C.     Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Pengamatan Bentuk Luar
  • Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  • Mengamati bentuk luar (morfologi) dari organisme yang menjadi objek pengamatan.
  • Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan pada gambar hasil pengamatan.
2.    Pengamatan Anatomi
  • Menyembelih kambing (Capra aegagrus) yang telah disiapkan.
  • Menggantung hewan yang telah disembelih dan kemudian melakukan pembedahan pada hewan yang telah disembelih dengan terlebih dahulu menguliti hewan tersebut.
  • Mengamati setiap organ-organ dalam tubuh hewan tersebut dan menggambar hasil pengamatan.
  • Memisahkan organ-organnya seperti sistem pernafasan, sistem pencernaan. Sistem sirkulasi, dan sistem reproduksi.
3. Pengamatan taksodermi
  • Mencuci kulit kambing yang telah dipisahkan dari tubuh kambing.
  • Menjemur kulit kambing yang telah dibersihkan hingga kering.
  • Meletakkan kulit kambing yang telah kering di atas triplek kemudian mengoleskan boraks keseluruh bagian dalam kulit kambing tersebut.
  • Menjahit bagian kulit kambing yang robek karena pengulitan.
  • Mengisi kulit kambing tersebut dengan kapas dan kayu untuk bagian kakinya, lalu menjahitnya hingga membentuk kambing yang utuh.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan dari praktikum ini adalah :
1. Kambing (Capra aegagrus) 

Morfologi


Keterangan
  1. Mulut (Rima oris)                                      
  2. Hidung (Nares)                                          
  3. Mata (Visus)                                             
  4. Telinga (Pinnae)                                          
  5. Tanduk (Horn)                                            
  6. Punggung (Dorsal)
  7. Ekor (Cauda
  8. Paha (Femur)
  9. Kelenjar susu (Mammae)
  10. Betis (Tibia)
  11. Lutut (Patella)
 Anatomi



B. Pembahasan
Adapun pembahasan dari praktikum ini adalah :
1. Kambing (Capra aegagrus)
a. Morfologi
Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahicembung, ekor agak ke atas, dan berbulu kasar. Pada kambing juga sudah dilengkapi bagian seperti umumnya mamalia yaitu:  betis, lutut, paha, punggung belakang, mata, bola mata, telinga, daun teling,  dan perut . Panjang tubuh kambing , tidak termasuk ekor, adalah 1,3 meter - 1,4 meter, sedangkan ekornya 12 sentimeter - 15 sentimeter. Kambing berasal dari ciri utama anggota-anggota (hewan) yang memiliki glandula mammae. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki rambut-rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin. Suhu tubuh mamalia relatif tetap dan keadaan ini disebut homoioterm. Di dalam kulit mamalia terdapat kelenjar air susu. Regio nasalis (bagian dari hidung) umumnya silindris, mulutnya mengandung gigi yang tertanam.  dalam kantung (alviola), memiliki pelupuk mata yang mudah digerakkan,alat pendengar, memiliki daun telinga. Memiliki empat anggota atau kaki,jari-ari berteracak dengan bantalan-bantalan yang disesuaikan dengan keperluan untuk berjalan.
b. Anatomi
Pada bagian anatomi kambing umumnya terdapat jantung (cor) sempurna yang terbagi atas empat ruangan (dua auricula, dua ventricula), hanya archus aorticus sinistrum masih ada, erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat. Pernafasannya hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara, memiliki musculus  diaphragmaticus yang sempurna  memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis.Memiliki vesica urinaria,hasil ekskresi berupa cairan urine.Memliki 12 nervikranialis,otak berkembang baik. Kedua cerembrum dan cerebellum besar. Suhu tubuh tetap (homoiotherm). Pada hewang jantang memiliki alat kopulasi berupa penis,testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen. Fertilisasi terjadi dalam,telur biasanya kecil tampa cangkok  dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya memiliki mebrana embrionyca (amniom dan corium),biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan dingding uterus yang di gunakan untuk nutrisi dan respirasi anaknya di asuh setelah lahir dan di susui.
c. Sistem pernapasan
Udara masuk melalui lubang hidung dan mengalir melalui berbagai ruang di dalam rongga hidung. Rongga hidung mengarah ke arah faring, semacam persimpangan di mana jalur untuk udara dan makanan saling silang. Dari laring, udara lewat ke dalam trakea atau batang tenggorokan. Trakea bercabang menjadi dua bronki, masing-masing menuju ke tiap belahan paru-paru. Di dalam paru-paru bronkus bercabang secara berulang-ulang menjadi pipa yang semakin halus yang disebut bronkiolius. Pada ujungnya, bronkiolus yang paling kecil berakhir dan membentuk sekumpulan kantung udara yang disebut alveoli. Epithelium tipis yang terdiri dari jutaan alveoli di dalam paru-paru berfungsi sebagai permukaan respirasi. Oksigen di udara yang dikirimkan ke alveoli melalui pohon respirasi akan larut dalam lapisan tapis yang lembap dan berdifusi melewati epithelium dan masuk ke dalam suatu jaringan kapiler yang mengelilingi masing-masing alveolus. Karbon dioksida berdifusi dari kapiler, menembus epithelium alveolus, dan masuk ke dalam ruangan udara.
d. Sistem sirkulasi
Jantung terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :  2 atrium : 1 atrium dekster (serambi kanan), 1 atrium sinister (serambi kiri),2 ventrikel :1 ventrikel dekster (bilik kanan), 1 ventrikel sinister (bilik kiri). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2. Jantung berbilik empat pada mamalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.
e. Sistem pencernaan
Saluran pencernaan kambing (Capra aegagrus) dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Saluran pencernaan kambing terdiri dari mulut, kerongkongan atau esophagus, perut yang terdiri dari 4 yaitu rumen, reticulum, omasum, dan abomasum. Diteruskan ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejenum, dan ileum. Diteruskan ke secum, kolon, rectum dan berakhir di anus. Mulut adalah organ pertama yang didalamnya terjadi pencernaan secara mekanis dan enzymatic, pencernaan secara mekanis dilakukan oleh gigi, sedangkan pencernaan secara enzymatic dilakukan oleh enzyme pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar saliva. Esophagus atau disebut juga dengan kerongkongan, saluran ini berupa pipa elastic yang dalam pergerakannya menggunakan system kontraksi.
 Lambung pada ruminansia terdiri dari rumen, reticulum, omasum, dan abomasum, masing-masing lambung ini mempunyai fungsi masing-masing dan berbeda satu sama lain. Rumen juga dikenal dengan nama perut handuk, disebut perut handuk karena lapisan dalam perut ini adalah berupa handuk ataupun menyerupai handuk, lapisan dalam perut ini dipenuhi dengan vili-vili yang jumlah dan ketebalannya sangat dipengaruhi oleh kinerja mikroba dan jumlah pakanyang mengandung serat kasar. Reticulum atau perut jala merupakan lambung kedua pada ternak ruminansia, lambung ini berfungsi sebagai penyaring benda-benda keras termakan oleh ternak, bentuknya tidak lebih besar dari rumen. Omasum merupakan lambung yang ketiga pada ternak ruminansia, lambung ini sering disebut juga dengan lambung kitab, pada lambung ini terjadi penyerapan air yang tadinya berkisar 60-70%  di rumen menjadi 15-20%. Abomasum merupakan lambung sejati, disini terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzyme. Usus halus merupakan tempat penyerapan zat-zat makanan. Secum atau yang paling  dikenal dengan nama usus buntu ini memilki peran sebagai tempat penyerapan air dan penyerapan mineral. Colon atau usus besar merupakan saluran pencernaan yang di dalamnya juga terjadi pencernaan secara microbial Pada colon ini juga terjadi pembusukan sisa makanan ini dilakukan oleh bakteri E.coli. Anus adalah muara terakhir pada saluran pencernaan ruminansia.
f. Sistem reproduksi
Hewan betina memiliki dua ovari yang terletak dibelakang ren. Sebelah lateral dari masing-masing ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan saluran silindris oviduct (Tuba falopii). Kedua oviduct itu membentuk saluran yang berdinding tebal yang disebut uterus. Beberapa jenis mamalia masing-masing oviduct menggabungkan diri menjadi satu rongga. Dari uterus itu berjulur saluran yang disebut vagina yang terletak antara vesica urinaria dan rectum dan berakhir pada muara urogenitalis. Di sebelah ventral dari muara urogenitalis terdapat badan kecil yang disebut clitoris yang homolog dengan pennis pada hewan jantan
g. Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Capra aegagrusadalah :
Kingdom              : Animalia
Filum                    : Chordata
Kelas                    : Mammalia
Ordo                     : Artiodactyla
Famili                    : Bovidae
Genus                   : Capra
Spesies                 : C
apra aegagrus.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan praktikum ini adalah sebagai berikut
Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahicembung, ekor agak ke atas, dan berbulu kasar. Pada kambing juga sudah dilengkapi bagian seperti umumnya mamalia yaitu:  betis, lutut, paha, punggung belakang, mata, bola mata, telinga, daun teling,  dan perut. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki rambut-rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin. Suhu tubuh mamalia relatif tetap dan keadaan ini disebut homoioterm. Di dalam kulit mamalia terdapat kelenjar air susu. Regio nasalis (bagian dari hidung) umumnya silindris, mulutnya mengandung gigi yang tertanam.  dalam kantung (alviola), memiliki pelupuk mata yang mudah digerakkan, alat pendengar, memiliki daun telinga. Memiliki empat anggota atau kaki,  jari-ari berteracak dengan bantalan-bantalan yang disesuaikan dengan keperluan untuk berjalan.
Pada bagian anatomi kambing umumnya terdapat jantung (cor) sempurna yang terbagi atas empat ruangan (dua auricula, dua ventricula), hanya archus aorticus sinistrum masih ada, erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat. Pernafasannya hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara, memiliki musculus  diaphragmaticus yang sempurna  memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis.Memiliki vesica urinaria,hasil ekskresi berupa cairan urine.Memliki 12 nervikranialis,otak berkembang baik.Kedua cerembrum dan cerebellum besar.Suhu tubuh tetap(homoiotherm).Pada hewang jantang memiliki alat kopulasi berupa penis,testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen.Fertilisasi terjadi dalam,telur biasanya kecil tampa cangkok  dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya memiliki mebrana embrionyca(amniom dan corium),biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan dingding uterus yang di gunakan untuk nutrisi dan respirasi anaknya di asuh setelah lahir dan di susui.
B. Saran
            Adapun saran dalam praktikum ini adalah pada saat pembedahan sebaiknya praktikan memperhatikan bagian-bagian dari organ dalam dari Kambing (Capra aegagrus) beserta fungsinya.


DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga, 1989.
Campbell, Neil A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga, 2004.
Departemen Agama RI. Al quran dan Terjemahannya. Semarang: C.V Toha Putra, 1971.
Jasin, Maskoeri. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya, 1984.
Kimball, John W. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga, 1984.
“Kambing”Wikipedia Ensiklopedia Bebas. http://WikipediaKambing (Diakses pada tanggal 8 Januari 2011).
Villee, Claude A, Warren F. Walker, Jr, dan Robert D. Warners. Zoologi Umum. Jakarta: Erlangga, 1984.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar